Jumat, 29 Maret 2013

Renungan Jumat Agung


“MENGAPA, ALLAHKU?”

Seribu kata ‘mengapa’. Seribu keheningan adalah jawaban. Tidak ada orang yang mau bermimpi menguburkan dia yang dikasihi. Tapi ketika itu harus dijalani, hanya satu kata yang berulang kali terucap di mulut kita: mengapa. Mengapa saya? Mengapa keluarga saya? Mengapa dia? Saat kita tidak menemukan alasan, kepedihan akan semakin dalam. Karena kita sudah demikian tergantung pada ‘logika kematian’. Kita hanya bisa menerima kematian yang ‘masuk akal’saja. Yang tidak masuk akal, kita pertanyakan, kita ratapi, kita teriaki. Seruan kita terdengar ‘seperti’ seruan Yesus di kayu salib, “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Mrk 15:34). ‘Seperti’, karena tak sama…
Mari kita merenung, benarkah Tuhan meninggalkan kita di saat kematian orang-orang terkasih?